Tampilkan postingan dengan label Gunung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Agustus 2016

Gunung Kelud di Kediri - Jawa Timur

Gunung Kelud merupakan gunung berapi paling aktif di Indonesia dan memiliki segudang keindahan alam yang bisa kita nikmati. Gunung Kelud ini terletak di 3 kabupaten di Jawa Timur, yaitu kabupaten Kediri, Blitar dan Malang, dengan jarak terdekat sekitar 30 km dari pusat kota Kediri. Obyek wisata andalan kota Kediri ini memang menjadi salah satu tujuan obyek wisata gunung yang sangat indah di Jawa Timur selain obyek wisata Gunung Bromo, kawah Ijen atau pun obyek wisata gunung Semeru.
Gunung Kelud di Kediri

Kali ini saya akan berbagi pengalaman selama mengunjungi tempat wisata di kota Kediri, yaitu Gunung Kelud

Berwisata ke gunung Kelud tidak mengenal rasa bosan, per tanggal saya menulis artikel ini, saya sudah berkunjung ke gunung Kelud 3 kali, yang pertama tanggal 24 Januari 2012, saat itu menyempatkan mampir ke gunung Kelud setelah berkunjung dari Pantai Klayar di kota Pacitan sebelum balik ke Surabaya, yang kedua tanggal 26 Maret 2013 dengan tujuan tunggal ke gunung Kelud untuk hunting photo, dan yang ketiga 11 Agustus 2013 disaat libur lebaran, masih teringat kondisi saat itu sangat ramai pengunjung. Photo gunung Kelud yang saya tampilkan di artikel ini adalah photo yang saya ambil sebelum gunung Kelud meletus pada tanggal 13 Februari 2014.
Pemandangan gunung Kelud di Kediri

Hotel atau penginapan di sekitar Gunung Kelud di Kediri

Setelah sampai di kota Kediri sore hari, saat itu saya menemukan penginapan atau hotel di jalan Dhoho Kediri sebelum berkunjung ke gunung Kelud keesokan harinya. Saya memutuskan untuk menginap dahulu di kota Kediri karena ingin merasakan suasana kota Kediri di malam hari, terutama berkunjung ke jalan Dhoho. Jalan Dhoho ini layaknya jalan Malioboro di Yogyakarta namun versi Kediri. Berbagai pertokoan maupun hotel berjejer di sepanjang jalan Dhoho - Kediri. Ada toko pakaian, aneka kerajinan bahkan swalayan. Tidak lupa juga berbagai jenis makanan untuk wisata kuliner di Kediri juga tersedia di jalan Dhoho ini, termasuk diantaranya adalah pecel tumpang, sambil memakan menu pecel tumpang kita bisa menikmati lalu lalang kendaraan yang berjalan lambat di sepanjang jalan Dhoho. Pecel tumpang jalan Dhoho biasanya mulai digelar pukul 15.00 sampai tengah malam. Jangan anggap bahwa pecel tumpang disini disajikan di dalam ruangan lengkap dengan tempat duduk seperti yang kita bayangkan, pembeli hanya disediakan tikar plastik atau karpet dan bebas memilih tempat duduk sambil lesehan didepan trotoar sepanjang jalan Dhoho.
Jalan menuju gunung Kelud di Kediri


Harga tiket masuk dan fasilitas di Gunung Kelud - Kediri

Setelah makan pagi dan check out dari hotel, petualangan ke gunung Kelud dimulai. Dari hotel di pusat kota Kediri, gunung Kelud berjarak sekitar 30 km. Banyak sekali petunjuk jalan di pusat kota Kediri yang mengarahkan kita ke lokasi wisata gunung Kelud, jadi tinggal mengikuti petunjuk arahnya saja untuk mencapai lokasi gunung berapi tersebut. Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam, akhirnya sampai juga di gerbang masuk wisata gunung Kelud. Saya berhenti sebentar untuk membayar tiket masuk, harga tiket masuk ke lokasi wisata gunung Kelud sebesar Rp. 8.000, apabila Anda berkunjung di hari sabtu, minggu atau hari libur harga tiket menjadi Rp. 10.000. Dari gerbang pintu masuk saya melanjutkan perjalanan kembali, dari gerbang pintu masuk tersebut kondisi jalanan mulai menanjak dan berkelok-kelok, bahkan ada beberapa ruas jalan yang menanjak tajam dengan jalanan yang menyempit. Pemandangan khas pegunungan sangat terasa selama perjalanan, udara yang sejuk, pepohonan di kanan kiri, perkebunan warga yang ditanami berbagai macam tanaman seperti buah nanas, pemandangan tersebut yang akan menemani kita selama perjalanan naik ke gunung Kelud.
Perjalanan menuju gunung Kelud di Kediri

Setelah melewati jalan yang berliku dan menanjak, akhirnya saya sampai juga di tempat parkir wisata gunung Kelud, fasilitas tempat parkir kendaraan di gunung Kelud sangat luas, disekitar tempat parkir juga terdapat deretan warung-warung makan yang menyediakan berbagai macam menu makanan dan minuman seperti nasi pecel, nasi goreng, mie, soto, bakso, lontong kikil dan berbagai macam camilan.
Tempat parkir dan warung makan di gunung Kelud - Kediri

Berwisata menikmati keindahan Gunung Kelud di Kediri

Dari area parkir, saya berjalan kaki menuju tempat ke tempat duduk yang ditata rapi disekitar lokasi tempat parkir, ditempat ini kita bisa menikmati pemandangan di sekitar gunung Kelud dengan duduk santai, setelah puas menikmati pemandangan, saya berjalan menuju ke arah anak gunung Kelud. Untuk sampai ke lokasi anak gunung Kelud, kita akan melewati terowongan yang panjangnya sekitar 150 m. Di dalam terowongan sudah terpasang lampu agar para wisatawan bisa dengan leluasa berjalan di dalam gelapnya terowongan tersebut. Setelah melewati terowongan dan berjalan sekitar 5 menit, akhirnya kita sampai di anak gunung Kelud. Sungguh pemandangan yang luar biasa indah dan sangat eksotis. Ditempat ini kita bisa berfoto ria dengan latar belakang anak gunung Kelud. Disekitar tempat ini juga terdapat anak tangga ke atas menuju pos pantau, kita bisa menaiki anak tangga tersebut untuk menikmati pemandangan dari tempat yang lebih tinggi.
Tempat duduk yang tertata rapi di sekitar tempat parkir gunung Kelud
Foto dulu dengan latar belakang anak gunung Kelud

Setelah puas menikmati pemandangan anak gunung Kelud, sempatkan juga untuk merasakan sumber air panas yang terletak di bawah gunung Kelud, lokasinya berada di sebelah kanan sebelum memasuki terowongan menuju anak gunung kelud. Yang perlu kita siapkan disini adalah fisik yang harus prima, karena untuk menuju sumber air panas gunung Kelud kita harus menuruni tangga yang lumayan menguras tenaga. Tapi tenang saja, begitu kita sampai di sumber air panas gunung Kelud, semua rasa lelah Anda akan terbayar lunas karena kita dapat merasakan hangatnya air yang bersumber dari kawah gunung Kelud tersebut. Kita bisa berendam atau sekedar menikmati hangatnya air belerang ini, dari posisi kolam ini, kita bisa naik sedikit untuk melihat air terjun belerang yang sangat indah dengan air panasnya yang mengeluarkan asap.
Tangga menuju sumber air panas di gunung Kelud

Air terjun belerang di gunung Kelud

Gunung Kelud meletus

Keindahan gunung Kelud tersebut serasa hilang sesaat setelah gunung Kelud meletus pada hari kamis 13 Februari 2014 malam. Abu vulkanik menyembur sampai ketinggian 17 km dari puncak gunung Kelud. Dampak berupa abu vulkanik pada tanggal 14 Februari 2014 dini hari dilaporkan warga telah mencapai kabupaten Ponorogo. Di Yogyakarta hampir seluruh wilayah tertutup abu vulkanik yang cukup pekat, melebihi abu vulkanik dari gunung Merapi pada tahun 2010. Ketebalan abu vulkanik di daerah Yogyakarta dan Sleman diperkirakan lebih dari 2 cm. Dampak abu vulkanik juga mengarah ke arah Jawa Barat, dan dilaporkan juga mencapai kabupaten Ciamis, Bandung dan beberapa daerah di Jawa Barat. Di daerah Madiun dan Magetan jarak pandang untuk pengendara kendaraan bermotor untuk mobil hanya sekitar 3-5 m karena turunnya abu vulkanik dari letusan gunung Kelud tersebut, sehingga banyak kendaraan bermotor yang berjalan sangat pelan.

Dampak lain dari meletusnya gunung Kelud di tahun 2014, kementerian perhubungan Indonesia menutup sementara bandara di pulau Jawa, seperti bandara international Juanda di Surabaya, bandara Abdul Rachman saleh di Malang, bandara Achmad Yani di Semarang, bandara Adi Sutjipto di Yogyakarta, bandara Adi Sumarmo di Surakarta, bandara Tunggul Wulung di Cilacap, dan bandara Husein sastranegara di Bandung. Selain itu, bandara Nusawiru di Panggandaran dan pangkalan udara Iswahyudi di Madiun juga ditutup.

Seiring dengan berjalannya waktu, semoga keindahan gunung Kelud bisa cepat pulih dan memancarkan keindahan alamnya. Sehingga tempat wisata di kota Kediri ini bisa dibuka kembali untuk umum.
Anak gunung Kelud di Kediri

Kondisi jalan menuju gunung Kelud

Jalan berkelok-kelok menuju gunung Kelud di Kediri

Pemandian air panas belerang di gunung Kelud - Kediri

Jalan menuju terowongan di gunung Kelud - Kediri

Selasa, 19 April 2016

Gunung Bromo di Jawa Timur

Propinsi Jawa Timur mempunyai banyak keanekaragaman wisata seperti pantai, air terjun, seni budaya, bahkan pegunungan yang bisa memikat banyak wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke propinsi paling ujung timur di pulau Jawa ini. Banyak gunung yang tersebar di beberapa wilayah di Jawa Timur yang bisa di kunjungi untuk destinasi wisata, bahkan diantaranya masih berstatus gunung yang masih aktif, seperti Gunung Kelud di Kediri, pegunungan Ijen dengan daya tarik Kawah Ijen dan penambang belerangnya, serta Gunung Bromo dengan keindahan matahari terbitnya (sunrise), atau pun Gunung Semeru yang mempunyai surga tersembunyi Ranu Kumbolo di kaki gunungnya.
Gunung Bromo

Kali ini saya akan berbagi pengalaman selama mengunjungi tempat wisata di Jawa Timur yaitu Gunung Bromo

Gunung Bromo adalah salah satu Obyek Wisata di Jawa Timur dan bagian yang membentuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Salah satu gunung yang masih aktif di pulau Jawa ini membuat gunung Bromo jadi lebih menarik di mata wisatawan untuk dikunjungi. Ketinggian gunung Bromo yang mencapai 2.392 m di atas permukaan laut membuat kawasan ini selalu di selimuti hawa dingin.
Padang pasir Bromo dengan view gunung Batok dan gunung Bromo

Letak, akses jalan atau rute menuju Gunung Bromo

Gunung Bromo berlokasi dan terletak di 4 kabupaten di Propinsi Jawa Timur, yaitu di antara Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan , Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Lumajang. Karena terletak dan berlokasi di 4 kabupaten membuat Gunung Bromo sangat mudah di akses serta transportasi menuju Gunung Bromo sangat mudah dari berbagai penjuru kota di Jawa Timur, berikut jalur dan rute untuk menuju Gunung Bromo :

Jalur ke Bromo dari Kabupaten Pasuruan  :
Wonorejo - Warungdowo - Tosari - Wonokitri - Penanjakan - Gunung Bromo

Jalur ke Bromo dari Kabupaten Malang :
Tumpang - Gubuk Klakah - Jemplang - Penanjakan - Gunung Bromo

Jalur ke Bromo dari Kabupaten Lumajang :
Senduro - Bumo - Ranu Pane - Gunung Bromo

Jalur Bromo dari Kabupaten Probolinggo :
Tongas - Lumbang - Sukapura - Ngadisari - Cemoro Lawang - Gunung Bromo
Ketapang - Patalan - Sukapura - Ngadisari - Cemoro Lawang - Gunung Bromo

Jika lokasi tempat tinggal Anda jauh dari 4 kabupaten tersebut atau bahkan di luar Propinsi Jawa Timur, untuk dapat tiba di wisata Gunung Bromo, selain dengan menggunakan jalur darat, Anda juga bisa menggunakan jalur udara melalui bandara Juanda Surabaya, dan berlanjut dengan menempuh jalur darat menuju Gunung Bromo. Saya biasanya dari Surabaya menempuh rute jalur darat yang melalui kabupaten Probolinggo dengan waktu tempuh sekitar 4 jam menggunakan sepeda motor atau pun kendaraan roda empat.
Pepohonan kering di sekitar gunung Bromo

Untuk rute dari Surabaya menuju Gunung Bromo juga bisa menggunakan transportasi umum, dengan menggunakan bus dari terminal bus Bungurasih (Purabaya) di Surabaya menuju terminal bus di kota Probolinggo, kemudian berlanjut menggunakan mobil elf yang standby di sekitar pintu keluar terminal Probolinggo. Mobil elf ini melayani rute dari terminal Probolinggo via Cemoro Lawang Bromo, tidak ada kepastian jam berangkat mobil elf ini, yang pasti menunggu penumpang penuh baru mobil elf ini berangkat, dan yang pasti mobil ini tidak beroperasi pada malam hari.


Keunikan dan keistimewaan Gunung Bromo

Wisata Gunung Bromo terkenal dengan keindahan matahari terbit atau sunrise nya yang memukau serta sebuah kawah atau kaldera dengan garis tengah + 800 meter (utara -selatan) dan + 600 meter (timur-barat). Hal inilah yang menarik dari obyek wisata Gunung Bromo, karena ketika berwisata ke lokasi Gunung Bromo kita tidak hanya menikmati keindahan gunung saja, namun kita mendapatkan keindahan alam yang istimewa disekitar kawasan wisata Bromo tersebut, yaitu adanya lautan pasir berbentuk kaldera yang luas yang berada di atas gunung. Selain melihat keindahan matahari terbit dari puncak penanjakan 1 Bromo, serta kawah gunung Bromo yang mengeluarkan asap belerang putih yang terkenal tersebut, obyek wisata lain yang menarik dan bisa Anda nikmati adalah padang savanah Bromo atau bukit Teletubbies Bromo, lautan pasir Bromo (pasir berbisik) serta air terjun Madakaripura.
Pura Luhur Poten tempat acara upacara Kasodo di Bromo

Selain terkenal dengan keindahan alamnya, gunung Bromo juga mempunyai daya tarik dari sisi wisata budaya, yaitu Upacara Kasodo yang digelar setiap bulan Kasada hari ke 14 dalam penanggalan kalender traditional Hindu Tengger. Upacara adat Kasodo digelar di Pura Luhur Poten, tepat di kaki gunung Bromo, setelah selesai melakukan ritual yang di pimpin oleh ketua adat suku Tengger, mereka beriringan berjalan menuju ke kawah Bromo dengan berjalan kaki sejauh 1 km, dan membawa sesajen dan hasil bercocok tanam dan ternak. Mereka percaya dengan membawa hasil bumi dari hasilnya selama satu tahun, akan mendapatkan hasil bumi yang melimpah.


Harga tiket masuk dan fasilitas kawasan wisata Gunung Bromo

Terhitung sejak Mei 2014 tarik tiket masuk kawasan gunung Bromo untuk wisatawan domestik sebesar Rp. 27.500 (hari kerja) dan Rp. 32.500 (hari libur), sedangkan tiket masuk kawasan gunung Bromo untuk wisatawan mancanegara sebesar Rp. 217.500 (hari kerja) dan Rp. 317.500 (hari libur).

Penginapan atau hotel di sekitar kawasan wisata Gunung Bromo

Jika Anda memutuskan untuk menginap di sekitar kawasan wisata gunung Bromo, ada beberapa pilihan hotel atau penginapan yang bisa Anda pilih, berikut daftar penginapan atau hotel di sekitar kawasan gunung Bromo :

  • Hotel Cemara Indah merupakan salah satu penginapan dekat Bromo yang berada di Ngadisari Cemoro Lawang. Dengan pemandangan langsung menghadap ke kawah bromo menambah daya tarik tersendiri bagi hotel ini, sehingga banyak wisatawan yang memilih tempat ini untuk menginap, untuk reservasi hotel hubungi +62 335 541 019
  • Yoschi's Hotel Cemoro Lawang adalah salah satu penginapan di gunung Bromo yang berlokasi sekitar 3 km dari obyek wisata gunung Bromo, tepatnya di desa Wonokerto - Ngadisari kecamatan Sukapura kabupaten Probolinggo. Hotel ini sangat menonjolkan gaya arsitektur Bali sebagai desainnya, untuk reservasi hotel hubungi +62 335 541 018 
  • Cafe Lava Hostel merupakan salah satu hotel yang berlokasi di Cemara Lawang Ngadisari yang letaknya diantara hotel Cemara Indah dan hotel Bromo Permai, lokasinya sangat strategis berada di pinggir jalan utama menuju kawah Bromo, untuk reservasi hotel hubungi +62 335 541 020

Gunung Bromo dilihat dari sekitar hotel Cemara Indah

Cerita pengalaman berwisata menikmati keindahan Gunung Bromo

Entah sudah berapa kali saya sudah berkunjung menikmati keindahan gunung Bromo ini, rasanya sudah sangat sering mengunjungi tempat yang tidak pernah sepi pulang dari kunjungan wisatawan ini. Ada yang one day trip berangkat dari Surabaya ke gunung Bromo dan langsung balik pulang, dan pernah juga bermalam di penginapan di sekitar gunung Bromo.

Perlengkapan yang harus kita bawa untuk berwisata menikmati keindaha gunung Bromo antara lain jaket, sarung tangan, syal untuk menghangatkan tubuh kita dari hawa dingin gunung Bromo, serta masker hidung untuk melindungi hidung kita dari pasir, debu ataupun bau belerang.
Puncak penanjakan 1 di gunung Bromo

Saran saya jika Anda berencana one day trip ke gunung Bromo untuk menyaksikan sunrise atau matahari terbit, dengan pertimbangan berangkat dari Surabaya, Anda bisa berangkat sekitar jam 12 malam, perjalanan dari Surabaya ke gunung Bromo sekitar 4 jam, jadi Anda bisa sampai di kawasan sekitar Bromo sebelum subuh. Setelah sampai kawasan Bromo, kita bisa menyewa Hardtop atau Jeep Bromo seharga Rp. 600.000 (tergantung nego) dengan kapasitas sekitar 7 orang, dan perjalanan akan dilanjutkan menuju puncak penanjakan untuk melihat matahari terbit. Di puncak penanjakan sudah ada beberapa warung yang menjual makanan dan minuman untuk menghangatkan tubuh karena udara sangat dingin di lokasi ini, sambil menunggu matahari terbit, kita bisa bersantai di warung-warung tersebut. Setelah puas menikmati sunrise, hardtop akan membawa kita turun melewati padang pasir Bromo mendekati lokasi gunung Bromo, kita melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau menyewa kuda menuju tangga gunung Bromo untuk melihat langsung kawah gunung Bromo yang secara periodik mengeluarkan gumpalan asap berbau belerang.
Hardtop berjejer rapi di sekitar gunung Batok dan Bromo

Bisa naik kuda jika tidak kuat jalan kaki menuju tangga gunung Bromo

Setapak demi setapak tangga Bromo harus kita lewati untuk mencapai gunung Bromo, setelah sampai puncak Bromo, kita akan melihat pemandangan sekitar Bromo yang luar biasa indah, kawah Bromo, dan pemandangan luas yang di dominasi oleh pasir dengan batasan pegunungan yang mengelilingi kawasan wisata Bromo. Setelah itu perjalanan bisa dilanjutkan menuju kawasan savanah gunung Bromo, siapa sangka kawasan gunung Bromo yang didominasi oleh lautan pasir ternyata di balik itu juga tersimpan keindahan alam di salah satu sisinya berupa padang rumput yang menghijau di saat musim hujan dan berubah warna jadi padang rumput kecoklatan di saat musim kemarau. Padang savanah Bromo ini juga banyak yang menyebutnya sebagai Bukit Teletubbies.
Bukit teletubbies atau padang savanah Bromo

Di puncak gunung Bromo, terlihat kawah dan pemandangan sekeliling

Jika kita berkunjung ke Bromo melalui jalur dari kota Probolinggo, kita bisa mampir ke kawasan obyek wisata air terjun Madakaripura yang lokasinya di sekitar kawasan gunung Bromo dengan melewati rute yang searah dari atau menuju Probolinggo.

Saya sudah merasakan keindahan gunung Bromo ini, sekarang giliran Anda yang berkesempatan merasakan keindahannya, selamat berlibur di gunung Bromo.
Aku dan gunung Bromo

Kuda gunung Bromo

Pemandangan indah di sekitar gunung Bromo

Kawah atau kaldera gunung Bromo

Wisatawan bergerombol di penanjakan 1 gunung Bromo

Great moments in Bromo mountain with a special friends

Gunung Batok, gunung Bromo dan gunung Semeru