Tampilkan postingan dengan label LINGKUNGAN HIDUP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LINGKUNGAN HIDUP. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Februari 2016

Daftar Taman Nasional di Indonesia

Daftar Taman Nasional di Indonesia
Peta sebaran Taman Nasional di Indonesia. Sumber tertera
Negeri kita, Indonesia adalah negara besar yang diberkahi dengan kekayaan alam yang luar biasa. Keanekaragaman hayati Indonesia sudah tak diragukan lagi. 

Demi melindungi keanekaragaman tersebut dari kepunahan, pemerintah menetapkan sejumlah kawasan sebagai kawasan pelestarian alam, yang dinamakan Taman Nasional. Taman Nasional menurut UU No. 5 Tahun 1990 adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. 

Kawasan Pelestarian Alam sendiri adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di darat maupun di perairan yang mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.

Jumlah Taman Nasional yang dimiliki Indonesia sejauh ini berjumlah 50 dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Taman-taman ini adalah benteng terakhir keanekaragaman hayati Indonesia yang harus dijaga benar-benar. 

Daftar Taman Nasional di Indonesia
Taman Nasional Bunaken di Manado Sulawesi Utara. sumber foto

Apa saja Taman Nasional tersebut? Berikut daftarnya.

No.
Nama
Lokasi
Luas (hektar)
Tahun Ditetapkan
1.
Gunung Leuser **
Kab. Aceh Tenggara, Kab. Aceh Selatan,
Kab. Aceh Singkil-Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Kab. Langkat-Provinsi Sumatera Utara
1.094.692
1980
2.
Siberut *
Pulau Siberut, Kab. Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat
190.500
1993
3.
Kerinci Seblat *
Provinsi Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan
1.375.349,867
1999
4.
Bukit Tigapuluh
Kab. Indragiri Hulu, Kab. Indragiri Hilir-Provinsi Riau, Kab. Bungo Tebo, Kab. Tanjung Jabung-Provinsi Jambi
144.223
2002
5.
Bukit Duabelas
Kab. Sarolangun Bangko, Kab. Bungo
Tebo, Kab. Batanghari Provinsi Jambi
60.500
2000
6.
Berbak *
Kabupaten Tanjung Jabung, Provinsi Jambi
162.700
1992
7.
Sembilang
Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan
205.750
2001
8.
Bukit Barisan Selatan *
Kab. Tanggamus, Kab. Lampung Barat-Provinsi Lampung, Kab. Bengkulu Selatan-Provinsi Bengkulu
365.000
1982
9.
Way Kambas *
Kab. Lampung Tengah, Kab. Lampung
Timur-Provinsi Lampung
125.621,3
1999
10.
Batang Gadis
Kab. Mandailing Natal Provinsi, Sumatera Utara
108.000
2004
11.
Tesso Nilo
Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Indragiri  Hulu, Provinsi Riau
38.576
2004
12.
Ujung Kulon
Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten
122.956
1980
13.
Kepulauan Seribu
Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta
 107.489
2002
14.
Gunung Halimun
Kab. Bogor, Kab. Sukabumi -Provinsi Jawa Barat,       Kab. Lebak-Provinsi Banten
40.000
1992
15.
Gunung Gede Pangrango *
Kab. Bogor, Kab. Cianjur, Kab. Sukabumi-Provinsi Jawa Barat
15.000
1980
16.
Karimunjawa
Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah
110.117,3
1997
17.
Bromo Tengger Semeru
Kab. Pasuruan, Kab. Probolinggo, Kab. Lumajang, Kab. Malang-Provinsi Jawa Timur
50.276,2
1982
18.
Meru Betiri
Kab. Jember, Kab. Banyuwangi-Provinsi Jawa Timur
58.000
1982
19.
Baluran
Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur
25.000
1980
20.
Alas Purwo
Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur
43.420
1992
21.
Gunung Merapi
Kab. Magelang, Kab. Boyolali, Kab. Klaten-Provinsi Jawa Tengah, Kab Sleman-Provinsi DI Yogyakarta
6.410
2004
22.
Gunung Merbabu
Kab. Magelang, Kab. Semarang, Kab. Boyolali-Provinsi Jawa Tengah
 5.725
2004
23.
Gunung Ciremai
Kab. Kuningan, Kab. Majalengka-Provinsi Jawa Barat
 15.500
2004
24.
Bali Barat
Kab. Buleleng, Kab. Jembrana-Provinsi Bali
19.002,89
1995
25.
Gunung Rinjani
Kab. Lombok Barat, Kab. Lombok Timur-Provinsi Nusa Tenggara Barat
41.330
1997
26.
Komodo **
Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur
173.300
1995
27.
Manupeu-Tanah Daru
Kab. Sumba Barat, Kab. Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur
87.984,09
1998
28.
Laiwangi-Wanggameti
Kab. Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur
47.014
1998
29.
Kelimutu
Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur
5.356,5
1997
30.
Gunung Palung
Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat
90.000
1990
31.
Danau Sentarum *
Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat
132.000
1999
32.
Betung Kerihun
Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat
800.000
1995
33.
Bukit Baka-Bukit Raya
Kab. Sintang-Provinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Kotawaringin Timur-Provinsi Kalimantan Tengah
181.090
1992
34.
Tanjung Puting *
Kab. Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah
415.040
1996
35.
Kutai
Kabupaten Kutai, Provinsi Kalimantan Timur
198.629
1995
36.
Kayan Mentarang
Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Timur
 1.360.500
1996
37.
Sebangau
Kabupaten Katingan, Kabupaten Pulang Pisau, Kota Palangka Raya-Provinsi Kalimantan Tengah
568.700
2004
38.
Bunaken
Kab. Minahasa, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara
 89.065
1991
39.
Bogani Nani Wartabone
Kab. Bolaang Mongondow-Provinsi
Sulawesi Utara, Kab. Gorontalo, Provinsi Gorontalo
287.115
1992
40.
Lore Lindu *
Kab. Donggala, Kab. Poso, Provinsi Sulawesi Tengah
217.991,18
1999
41.
Taka Bonerate
Kabupaten Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan
530.765
1992
42.
Rawa Aopa Watumohai
Kab. Kendari, Kab. Buton, Kab. Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara
105.194
1990
43.
Wakatobi
Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara
1.390.000
2002
44.
Kepulauan Togean
Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah
362.605
2004
45.
Bantimurung-Bulusaraung
Kab. Maros, Kab. Pangkep-Provinsi Sulawesi Selatan
43.750
2004
46.
Manusela
Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku
189.000
1997
47.
Aketajawe-Lolobata
Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara
167.300
2004
48.
Teluk Cenderawasih
Kab. Manokwari, Kab. Paniai-Provinsi Papua
1.453.500
2002
49.
Lorentz *
Kab. Paniai, Kab. Fak-fak, Kab. Merauke, Prov. Papua
 2.450.000
1997
50.
Wasur
Kabupaten Merauke, Provinsi Papua
 413.810
1990

Keterangan :
* Cagar Biosfer
* World Heritage Sites


Sumber: BLH Subang

Selasa, 08 September 2015

Rawa Aopa Watumohai; Taman Nasional Raksasa di Sulawesi

Rawa Aopa Watumohai; Taman Nasional Raksasa di Sulawesi
Luas Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai mencapai empat kabupaten. Foto: Harley Bayu Sastha | DestinAsian

Di balik lanskapnya yang ajaib, Rawa Aopa Watumohai memikul tanggung jawab besar dalam gerakan pelestarian lahan basah dunia.

Dari 45 taman nasional di Indonesia, Rawa Aopa Watumohai mungkin terdengar paling asing. Dan layaknya taman nasional yang asing, perannya bagi lingkungan kerap jauh melampaui pamornya.

Saya datang di musim kemarau. Satu fakta yang mencengangkan dari Rawa Aopa adalah ukurannya. Suaka di ujung tenggara Sulawesi ini membentang di empat kabupaten sekaligus. Luasnya sekitar 105.000 hektare, jauh lebih luas dari Jakarta.

Rawa Aopa Watumohai; Taman Nasional Raksasa di Sulawesi
Sesuai dengan namanya, Rawa Aopa juga terdiri atas rawa. Rawa ini merupakan yang terbesar di Sulawesi. Foto: Harley Bayu Sastha | DestinAsian

Burung adalah satwa ikonisnya. Tempat yang berada di Zona Wallacea ini merupakan habitat bagi 155 jenis burung, dengan 32 di antaranya tergolong langka. Mereka berkeliaran di lima ekosistem yang mengukir lanskap: rawa, hutan pantai, sabana, bakau, serta hutan hujan dataran rendah. Salah satu koleksinya sempat menciptakan sensasi, yakni kacamata Sulawesi. Sempat raib selama puluhan tahun, burung dengan ciri lingkaran putih di sekeliling mata itu kini mulai terlihat kembali di Rawa Aopa.

“Di musim teratai, biasanya kita bisa melihat banyak burung di atas daun,” ujar Darman, staf Balai Taman Nasional, saat kami menyusuri rawa. Dia menunjuk beberapa ekor burung yang menyempil di antara tumbuhan dan ilalang. “Jika musim migrasi, burung aroweli sangat mudah dilihat di sini,” ujarnya lagi. Aroweli, burung langka yang dilindungi, lebih popular dengan nama bangau putih susu.

Kami mengarungi kompleks rawa terluas di Sulawesi hingga hari beranjak senja. Dari atas perahu, Rawa Aopa terlihat bak sebuah baskom raksasa. Baskom yang punya peran vital dalam memasok air bagi sungai dan rumah di sekitarnya,termasuk ke Kota Kendari yang berjarak tiga jam.

Rawa Aopa Watumohai; Taman Nasional Raksasa di Sulawesi
Pohon-pohon tinggi menjadi habitat alami burung. Foto: Harley Bayu Sastha | DestinAsian

Warga umumnya terkonsentrasi di zona bakau dan menyandarkan hidup dari menangkap ikan, udang, dan kepiting. Saat hasil tangkapan tak menjanjikan, mereka bertani rumput laut. Warga dan alam hidup rukun. Demi menjaga lingkungan, kampung-kampung nelayan sudi mematuhi larangan mendirikan bangunan baru.

Tapi bukan berarti tempat ini sepenuhnya bebas masalah. Di Watumohai, gunung berhutan di Rawa Aopa, populasi rusa jauh terkikis akibat perburuan liar. Guna melestarikannya, pihak taman nasional terpaksa menciptakan area penangkaran. Keputusan yang janggal. Buat apa memiliki kawasan yang dilindungi jika masih harus membangun penangkaran di dalamnya.

Padang sabana adalah lanskap yang paling menakjubkan di Rawa Aopa. Kompleks seluas 23.000 hektare ini memadukan padang rumput dengan tumbuhan agel, lontar, bambu berduri, serta belukar.

Rawa Aopa Watumohai; Taman Nasional Raksasa di Sulawesi
Selain burung, taman nasional ini juga menjadi rumah rusa. Foto: Harley Bayu Sastha | DestinAsian

Untuk menjangkau sabana, saya menaiki motor dan meniti jalan lebar yang, menurut warga, didirikan atas bantuan pemerintah Australia. Setelah 15 menit berbelok dari jalan raya, sabana terhampar di hadapan. Bentuknya mirip padang golf alami.

Selanjutnya kami menyeberangi sungai dan menembus hutan, juga melewati lokasi bertelurnya maleo dan kakatua jambul kuning. Setelah dua jam, kami kembali tiba di padang sabana lainnya, tapi kali ini sosoknya lebih ajaib: bukit-bukit rumput yang saling berkelindan layaknya gelombang di lautan hijau. Mirip lokasi syuting Teletubbies.

“Ini baru sebagian,” kata Putu, teknisi Pengendali Ekosistem Hutan, menyela lamunan saya. “Di balik ini masih ada bukit-bukit lainnya yang lebih bagus.”

Rawa Aopa Watumohai; Taman Nasional Raksasa di Sulawesi
Sapi-sapi yang juga memanfaatkan taman nasional Rawa Aopa untuk mencari makan. Foto: Harley Bayu Sastha | DestinAsian

Rawa Aopa bukan hanya penting bagi Indonesia. Pada 6 Maret 2011, taman nasional ini dinobatkan dunia sebagai Situs Ramsar, yakni area lahan basah yang didedikasikan bagi konservasi. Ramsar merujuk pada sebuah kota di Iran yang menjadi tempat ditandatanganinya Konvensi Lahan Basah oleh tujuh negara. Kendati namanya asing, Rawa Aopa ternyata menjadi bagian gerakan global yang berniat menjaga kelestarian bumi.

Rawa Aopa Watumohai; Taman Nasional Raksasa di Sulawesi
Padang rumput luas dengan bukit-bukit hijau. Foto: Harley Bayu Sastha | DestinAsian




Teks dan foto oleh Harley Bayu Sastha
Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Mei/Juni 2015 (“Suaka Sulawesi”)

Sumber: DestinAsian