Rabu, 20 Agustus 2014

Pemanasan Global Bisa Memicu Krisis Pejantan pada Penyu

Pemanasan Global Bisa Memicu Krisis Pejantan pada Penyu
Penyu Tempayan. Foto: Howard Hall 
Namanya saja pemanasan global, efeknya tentu saja bersifat global. Yang terbaru, sebuah riset yang dipublikasikan oleh jurnal Nature Climate Change, pemanasan global juga berdampak pada krisis penyu tempayan (Caretta caretta) pejantan. Lho?

Peneliti dari Swansea University, Wales, melakukan analisis berdasarkan data rasio populasi penyu tempayan dalam 150 tahun di Sal, Cape Verde, dan peningkatan suhu Bumi dalam 100 tahun ke depan menurut Panel Antar-pemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC).

Selama kurun waktu tersebut, terdapat 50-70 persen telur yang menetas menghasilkan bayi penyu tempayan betina. Dengan skenario peningkatan suhu menurut IPCC, ilmuwan memperkirakan bahwa rasio menetasnya betina dari telur akan meningkat menjadi 80 persen pada tahun 2050 dan 90 persen pada tahun 2100. Pejantan akan menjadi barang langka.

"Kemungkinan bahwa penyu laut akan punah bukanlah skenario yang terlalu jauh," kata Graeme C Hays, peneliti biologi perairan di Swansea University, seperti dikutip The Verge, Selasa (20/5).

Pemanasan Global Bisa Memicu Krisis Pejantan pada Penyu
Penyu tempayan yang terancam kekurangan pejantan. Foto: animalscamp.com
Selanjutnya Hays memprediksi, dengan adanya peningkatan suhu, mungkin pejantan bisa mengalami perubahan perilaku dengan membuahi lebih banyak telur. Namun, peran serta manusia tetap dibutuhkan untuk menjaga agar tempat peneluran penyu tak terlampau panas.

Umumnya, penyu memanfaatkan pantai untuk menaruh telurnya. Hays menuturkan, ketika banyak pantai suhunya terlalu panas, manusia juga bisa mengupayakan untuk memindahkan telur ke pantai yang lebih sejuk atau menutupi area peneluran.

Pemanasan global tidak hanya berdampak pada perubahan suhu saja, tapi juga memicu kenaikan muka laut. Oleh sebab itu, penyu-penyu nantinya bakal terancam karena pada akhirnya pantai sebagai lokasi perkawinan mereka, perlahan musnah. 



Sumber: Kompas

Bikin ‘Lab’ di Rumah, Temukan Solusi Limbah Sampah

Mantan Deputi Menteri BUMN Sulap Lalat Jadi Pakan TernakPernah menjadi deputi menteri di Kementerian BUMN tak menjadikan Agus Pakpahan jijik berurusan dengan lalat. Makhluk yang acap hidup di tempat kotor itu sekarang malah menjadi “teman setianya”. Agus bahkan berhasil menyulap prepupa lalat atau maggot menjadi bahan pakan ternak berprotein tinggi.
Untuk masuk ke rumah Agus Pakpahan di Jalan Bangka II, Mampang, Jakarta Selatan, setiap tamu harus memasuki lorong sejauh sekitar 30 meter. Di ujung lorong, tepatnya di halaman rumahnya, Agus membuat tempat penelitian atau ‘laboratorium’ mini khusus lalat.

Setelah tidak menjabat deputi bidang agroindustri di Kementerian BUMN, Agus memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan penelitian. “Mungkin saya ini termasuk aneh. Sebab, latar belakang pendidikan saya manajemen sumber daya alam, tapi sekarang malah meneliti lalat,” katanya ketika ditemui Jawa Pos Radar Jember di rumahnya di Jakarta pertengahan bulan lalu.

“Pertemuan” dirinya dengan lalat berawal sekitar tiga tahun lalu. Suatu saat Agus membaca sebuah laporan bahwa IQ rata-rata orang Indonesia 80. Padahal, orang negara lain rata-rata 150. Ternyata, yang membuat IQ rata-rata orang Indonesia relatif rendah adalah kekurangan protein.

Dalam laporan itu disebutkan, sel-sel otak sulit berkembang karena kekurangan protein. Disebutkan pula, ibu hamil yang kekurangan yodium akan mengakibatkan anaknya kelak kuntet (kerdil) dan daya tahan tubuhnya rendah. Ibu hamil harus mengonsumsi yodium 200 mg. Padahal, sebutir telur hanya mengandung 15 mg yodium.

“Lalu saya berpikir, harus ada pakan ayam dan ikan yang tinggi yodium. Mengapa ayam dan ikan? Karena ayam dan ikan sumber protein yang relatif murah,” kata Agus.

Kebetulan, setelah tak lagi menjadi deputi menteri BUMN, Agus beternak bebek di Bogor. Saat itulah dia menambahkan yodium dalam pakan bebeknya. “Indonesia tidak akan maju kalau tidak punya pabrik pakan ternak yang murah dan tinggi protein,” tandas doktor lulusan Michigan State University, Amerika Serikat, itu.

Tepung ikan sebagai salah satu bahan baku pakan ternak, kata Agus, masih harus diimpor Indonesia dengan harga mahal. Volume impor tepung ikan Indonesia bisa mencapai 95 persen dari kebutuhan. Padahal, Indonesia yang beriklim tropis memiliki karakter panas, lembap, dan basah. Dalam tiga hal itu, proses yang dominan adalah pembusukan.

Yang paling diuntungkan dalam proses pembusukan adalah lalat. Dalam sebuah literatur, Agus menemukan fakta bahwa lalat merupakan sumber protein untuk pakan ternak. “Dari sini saya menemukan benang merah antara kebutuhan bahan pakan murah berprotein tinggi serta potensi yang dimiliki Indonesia yang beriklim tropis,” terangnya.

Dalam proses dekomposer, yang menjadi unsur penghancur adalah bakteri. Tapi, proses pembusukannya lama karena memakan waktu enam bulan. Di satu sisi, ada satu makhluk yang makan barang-barang busuk, yakni lalat. Lalat selama ini dianggap sebagai hewan menjijikkan dan penebar penyakit.

Agus menjelaskan, 1 kg sisa makanan akan menjadi tempat hidup bagi 100 ribu ekor lalat. Jika 1 kg rumah tangga membuang sampah dan sisa makanan 2,5 kg, ada 250 ribu ekor lalat yang siap menyerbu. Jika separo dari lalat itu betina, seekor lalat bisa menghasilkan telur hingga 500. Dengan demikian, dalam satu life circle selama satu bulan, 2,5 kg sampah menghasilkan 62,5 juta telur lalat. Nah, sumber protein dari lalat terdapat pada fase larva dan prepupa. Sumber protein di fase tersebut bisa mencapai 45 persen.

Di buku Stephen A. Marshall yang berjudul Flies, papar Agus, disebutkan, di dunia ini ada 400-800 spesies lalat. “Lantas, lalat apa yang aman dan sehat untuk pakan ternak” Ternyata, lalat tropis dengan nama latin Hermetia illucens atau yang dikenal dengan sebutan black soldier flies, lalat tentara hitam. Keren namanya,” katanya sambil tersenyum.

“Lalat jenis ini tidak mengandung penyakit dan tidak menjadi vektor (perantara, Red) penyakit,” tambah alumnus IPB tersebut.

Mantan deputi menteri di Kementerian BUMN, Agus Pakpahan.
Menurut Agus, black soldier flies memiliki banyak keunggulan untuk dikembangkan sebagai bahan pakan ternak. Antara lain, ia dikenal tahan banting dan makan banyak, kandungan protein larva dan prepupanya mencapai 45 persen, lemaknya 35 persen, dan asam aminonya lengkap. Selain itu, lalat tersebut mengandung zat kitin yang baik untuk pupuk, kemampuan berkembang biaknya cepat, dan hidup di iklim tropis.

Mengembangbiakkan black soldier flies atau yang biasa disebut maggot sebenarnya relatif mudah. Di sebuah lahan yang tidak terlalu luas, disiapkan ruang berjaring untuk mencegah lalat berkeliaran. Di dalamnya disiapkan kotak sampah dari rangka kayu yang diberi saringan. Dari tempat itu nanti muncul belatung yang biasa disantap lalat. Sedangkan bagian atas tempat itu diberi potongan-potongan kardus sebagai tempat lalat bertelur. Telur di rongga-rongga kardus tersebut nanti jatuh dan ditampung sampai menjadi larva.

Larva yang menjadi prepupa itulah yang mengandung protein sampai 45 persen, lemak 35 persen, dan asam amino lengkap. Prepupa itulah yang oleh Agus diolah menjadi pengganti tepung ikan. “Ini tidak bau,” kata Agus yang tidak jijik sedikit pun menciduk prepupa dari sebuah boks gabus.

Dengan mengembangkan teknik semacam ini, Agus berharap persoalan sampah yang menjadi masalah pelik, terutama di kota-kota besar, bisa diatasi. Pasalnya, volume sampah rumah tangga dan restoran selama ini cukup tinggi. Di negara berkembang seperti Indonesia, 70-80 persen sampah merupakan sampah organik. Tapi, selama ini baru sampah anorganik yang dimanfaatkan menjadi barang daur ulang. Sedangkan sampah organik dibiarkan membusuk di tempat pembuangan akhir (TPA). Hanya sedikit yang dimanfaatkan menjadi kompos.

Karena itu, berdasar perhitungan Agus, persoalan sampah bisa diatasi bila masyarakat mau membuat tempat pengembangan maggot di lingkungan masing-masing. Dengan lahan 1 meter persegi, tempat pengembangan maggot itu mampu mengolah sampah seberat 1 kuintal per 20 hari menggunakan teknik biokonversi.

“Biaya pembuatan tempat ini juga murah. Masyarakat bisa patungan per dasawisma untuk satu lokasi. Insya Allah masalah sampah akan selesai,” tandasnya.

Agus Pakpahan APU, Komisaris Utama PTPN XIII Periode 2008-2013.
Berkat keuletannya meneliti maggot itu, kini ada dua perusahaan perkebunan yang menjalin kerja sama dengan Agus untuk mengembangkan maggot. Sebab, perusahaan perkebunan juga menghasilkan sampah organik dalam jumlah besar. “Bila sampah itu tidak dikelola, bisa jadi masalah baru,” katanya.

HM Arum Sabil, petani sekaligus peternak besar dari Jember, Jawa Timur, termasuk salah seorang yang tertarik dengan pengembangan maggot karya Agus tersebut. Melalui bendera Arum Sabil Farm, Arum yang memiliki ratusan ribu ekor ayam petelur dan ratusan ekor sapi pedaging sangat berkepentingan dengan maggot.

“Setiap hari ayam dan sapi menghasilkan kotoran organik, yang kalau tidak dikelola dengan baik bisa menjadi masalah lingkungan,” ujarnya.

Dengan mengembangkan maggot, persoalan di dua peternakan Arum teratasi. Yakni pengolahan limbah sampah organiknya dan ketersediaan bahan pakan berprotein tinggi. “Jika maggot bisa dikembangkan secara masal, persoalan limbah ternak akan teratasi karena tidak mencemari lingkungan. Ternak sendiri mendapat bahan pakan murah yang berprotein tinggi. Ini bagus sekali,” tuturnya.

Agus dan Arum sudah lama bersahabat. Karena itu, saat Arum tertarik untuk mengembangkan maggot di peternakannya di Jember, Agus menyatakan siap membantu. “Semoga maggot bisa menjadi solusi bagi persoalan limbah dan sampah organik di peternakan Pak Arum,” harap Agus.


Sumber: Sumutpos.co

Selasa, 19 Agustus 2014

Tolak Tambang, Aktivis Lingkungan Banyuwangi Daki Gunung Semeru

Tolak Tambang, Aktivis Lingkungan Banyuwangi Daki Gunung Semeru
Aktivis lingkungan Banyuwangi tolak tambang Gunung Tumpang pitu dengan membentangkan spanduk di Ranu Kumbolo. Foto: IRA RACHMAWATI / KOMPAS.COM
Beberapa aktivis lingkungan hidup di Banyuwangi kembali memilih mendaki gunung sebagai bentuk penyampaian aspirasi. Pada November 2013, Banyuwangi’s Forum for Invironmental Learning (BaFFEL), kelompok aktivis yang dimaksud, mendaki Gunung Agung di Bali, kali ini mereka memilih Semeru untuk menolak rencana eksplotasi tambang emas di Hutan Lindung Gunung Tumpang Pitu, Banyuwangi.

Spot yang dipilih adalah Ranu Kumbolo. Di tepi danau yang terletak di jalur pendakian Gunung Semeru itu terbentak spanduk besar bertuliskan “Manusia Bisa Hidup Tanpa Emas, Tapi Tidak Tanpa Air”.

"Ranu Kumbolo yang berada di Kecamatan Senduro Lumajang sengaja kami pilih bukan hanya kaena popularitasnya di kalangan pendaki gunung dan pecinta alam, namun karena danau eksotis yang berada di ketinggian 2.400 m dpl membangkitkan kesadaran tentang pentingnya air," ujar Deni Alamsyah, salah satu anggota BaFFEL pada Rabu (28/5), seperti dilansir Kompas.com.

Deni juga mengatakan, siapapun yang pernah mendaki gunung, terutama Gunung Semeru, akan merasakan betapa berharganya air, sehingga air harus diperlakukan secara respek. Di sisi lain, rencana tambang emas akan merusak hutan Tumpang Pitu sebagai kawasan air. BaFFEL dengan tegas menolak upaya eksploitasi tersebut.

Ada beberapa catatan menarik, menurut pemaparan pria yang mengaku sudah tiga kali menaklukkan Semeru itu, pembentangan spanduk yang ia lakukan disambut hangat oleh kalangan pecinta alam yang saat itu berkemah di Ranu Kumbolo. "Ada komunitas Biker dari Puwokerto dan sekelompok penggemar bola dari Jember ikut membantu aksi yang kami lakukan termasuk juga melakukan diskusi tentang lingkungan di area Ranu Kumbolo," tutur Deni.

Aksi ini memang terbilang sederhana. Meski demikian, Deni yakin, aksi yang ia dan kawan-kawannya lakukan, mampu memberi pesan kepada khalayak terkait pentingnya air.

“Air itu universal. Karena itu siapa pun manusia jika diingatkaan pentingnya air, tentu hatinya akan tersentuh. Apa pun agamamu, apa pun kebangsaanmu, apa pun pandangan politikmu, apa pun taraf pendidikanmu, semuanya pasti butuh air untuk melanjutkan hidup. Bukan emas," kata Deni. Sementara tambang emas, tidak semuanya.


Sumber: Intisari | Kompas

Beo yang Menginpirasi Film Rio Itu Mati

Beo yang Menginpirasi Film Rio Itu Mati
Presley, burung beo yang menginspirasi film Rio. Foto: Nationalgeographic.com
Kisah di film Disney biasanya berakhir indah, termasuk dalam film “Rio” dimana seekor Spix’s macaw (burung beo biru) langka berhasil menemukan pasangan untuk kemudian berkembang biak. Sayang, burung beo yang menginspirasi film Rio justru mati tanpa meninggalkan keturunan.

Seekor Spix’s macaw bernama Presley, yang merupakan burung asli Brasil ini diyakini sudah punah di alam liar. Penyebabnya adalah deforestasi dan lebah madu asing membuat mereka kesulitan membuat sarang. Spix’s macaw terakhir kali terlihat di alam liar pada 2000.

Saat ini kurang dari 100 Spix’s Macaw dibesarkan di lokasi penangkaran. Namun, kurangnya keragaman genetik menyebabkan sulitnya upaya perkembangbiakan. Para peneliti berharap kemajuan dalam teknologi inseminasi buatan dapat membandu memulihkan populasi mereka. Agar kejadian matinya Presley tanpa meninggalkan keturunan, burung beo yang menginspirasi film Rio, tidak terulang.

“Menjaga mereka di dalam kandang bukanlah wujud konservasi,” ujar Cromwell Purchase, direktur Al Wabra Wildlife Center.

Beo yang Menginpirasi Film Rio Itu Mati
Film "Rio"
Dalam film “Rio” seekor Spix’s Macaw jantan kembali ke Brasil dan berhasil menemukan betina. Setelah berhasil mengalahkan pemburu, keduanya berhasil bereproduksi dan menghasilkan keturunan.

Carlos Saldanha, sutradara film tersebut berharap filmnya dapat membantu menyadarkan penonton tentang kondisi burung-burung yang terancam punah.

"Aku ingin [fitur] burung paling langka," katanya kepada situs Bird Channel pada 2011. "Spix’s Macaw itu benar-benar paling langka."

Dan kini, Presley, burung beo yang menginspirasi film Rio mati.

Beo yang Menginpirasi Film Rio Itu Mati
Tahun 2014 ini sekuel Film Rio 2 menceritakan kelanjutan kisah tentang seekor Spix's macaw bernama Blu, _kiri.
Foto: 20TH CENTURY FOX/ BLUE SKY STUDIOS VIA AP


Sumber: LiveScience | Intisari

Minggu, 17 Agustus 2014

Tata Cara Perijinan dan Tips Pendakian G.Semeru 3676 mdpl

Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
1. PROSES PERIJINAN PENDAKIAN

Berbeda dengan kegiatan wisata lainnya dimana pengnjung dapat langsung menuju obyek wisata yang dituju, maka untuk kegiatan pendakian para calon pendaki terlebih dahulu harus mengurus perijinan di kantor TN. Bromo Tengger Semeru melalui kantor Seksi Pengelolaan TN Wilyah II (SPTN II) di Tumpang dengan nomor telpon (0341) 787972 bagi pendaki dari pintu masuk Malang, dan kantor Resort Pengelolaan TN Wilayah Ranupani bila pendaki dari pintu masuk Lumajang. Perijinan tersebut bisa dilakukan langsung pada saat akan mendaki tanpa harus booking terlebih dahulu. 

Kewajiban mengurus surat ijin ini dimaksudkan untuk memudahkan monitoring dan pengawasan lalu lintas pendakian serta antisipasi menghubungi pihak organisasi/keluarga pada saat terjadi musibah. Persyaratan yang harus dilengkapi oleh calon pendaki sebagai berikut :
  • Fotocopy identitas diri sebanyak 2 rangkap untuk masing-masing calon pendaki
  • Mengisi Biodata Semua Pengikut : Nama lengkap, umur, alamat beserta nomor telpon keluarga yang bisa dihubungi masing-masing.
  • Membayar karcis masuk,asuransi, dan surat ijin pendakian per orang/pendaki sebesar Rp. 7.000 ,- (bagi umum, dengan rincian karcis masuk Rp. 2.500,-, surat ijin pendakian Rp. 2.500,-, dan asuransi Rp. 2.000,-), Rp. 5.750,- (bagi pelajar/mahasiswa, dengan rincian karcis masuk Rp. 1.250,-, surat ijin pendakian Rp. 2.500,-, dan asuransi Rp. 2.000,-) dan Rp 24.500 (bagi Warga Negara Asing dengan rincian karcis masuk Rp. 20.000,-, surat ijin pendakian Rp. 2.500,-, dan asuransi Rp. 2.000,-). Bila membawa kendaraan pribadi akan dikenakan tambahan biaya lagi Rp 3.000 per sepede motor, dan Rp 6.000 per mobil. Bagi yang naik kendaraan umum/charter maka biaya karcis kendaraan ditanggung oleh masing-masing sopir kendaraan tersebut.
  • Pendakian dilakukan berkelompok/beregu, minimal 3 (tiga) orang. Bila ingin mendaki sendirian maka petugas tidak akan memberikan pelayanan perijinan untuk melakukan pendakian.
  • Membawa perlengkapan pendakian seperti tenda, bekal makanan, P3K, dan lainnya yang dibutuhkan selama melakukan pendakian. Jangan lupa bawalah kantong plastik buat membawa sampah turun kembali.
INFO: BAGI CALON PENDAKI KE GUNUNG SEMERU  MULAI TANGGAL 1 JULI 2014 BISA MELALUI SISTEM BOOKING ONLINE


2. TATA TERTIB PENDAKIAN Gn. SEMERU

Papan Pengumuman tata tertib TNBTS.
Kepada semua calon pendaki yang akan melakukan pendakian diwajibkan untuk mentaati tata tertib sebagai berikut :
  • Setelah mendapatkan surat ijin pendakian dan melengkapi administrasi pendakian di kantor SPTN II, calon pendaki diharapkan melaporkan diri ke Petugas di Pos Ranupani untuk registrasi ulang (tidak dipungut biaya lagi) dengan mengisi buku tamu (nama ketua kelompok, alamat, jumlah pengikut, nomor surat ijin, tanggal naik dan tanggal turun sesuai yang ada di surat ijin), mengisi blanko daftar barang bawaan.
  • Bagi para calon pendaki yang belum pernah melakukan pendakian ke Gn. Semeru dianjurkan untuk didampingi oleh guide, atau bergambung dengan kelompok lain yang sudah pernah melakukan pendakian ke Gn. Semeru.
  • Berjalanlah secara kelompok, jangan memisahkan diri dari rombongan, serta dilarang memotong kompas atau membuat jalur sendiri. Ikutilah jalur yang sudah ditetapkan.
  • Para calon pendaki dilarang membawa senjata sajam berupa parang, kapak, dan sejenisnya, namun diperbolehkan membawa pisau lipat atau pisau dapur untuk peralatan memasak.
  • Dilarang membawa minuman keras dan obat-obatan terlarang selama melakukan pendakian ke Gn. Semeru.
  • Dilarang membawa binatang peliharaan dan alat buru.
  • Saat di Puncak Mahameru dilarang mendekati kawah jonggring saloka yang masih aktif karena berbahaya adanya gas belerang dan semburan abu panas, serta material lainnya.
  • Dilarang melakukan kegaduhan, membuat api yang bisa menyebabkan kebakaran hutan, membuang sampah sembarangan serta pencemaran. Saat meninggalkan lokasi atau turun, pastikan tidak ada lagi api yang masih hidup, dan sampah yang masih berserakan. Bawa turun kembali sampah anda.
  • Mintalah arahan dan penjelasan kepada Petugas mengenai pantangan-pantangan jika ada, dan kondisi terakhir rute pendakian. Jangan memaksakan diri bila fisik dan mental belum siap. Jangan memaksakan diri.
  • Setelah turun dan tiba di pos Ranupani, agar melaporkan diri kepada Petugas dan mengisi buku tamu kembali untuk memastikan bahwa anda dan rombongan telah benar-benar turun, dan menyerahkan sampah bawaan.

3. RUTE PERJALANAN KE Gn. SEMERU

Jalur pendakian Semeru dari Ranu Pani.
Rute perjalanan menuju gn semeru dapat melalui Kab. Lumajang dan Malang, untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada menu Accesbilitas. Namun selama ini kebanyakan calon pendaki masuk melalui pintu masuk Tumpang kantor SPTN II (Malang). 

Pendaki yang menggunakan jasa kerata api, dari Stasiun Kota Baru Malang naik angkot AMG, ADL (Rp 2.500) turun diterminal Arjosari Malang selama ? 15 menit. Dari terminal Arjosari (Malang) pendaki dapat naik angkot warna putih jurusan Tumpang-Arjosari (TA) selama ? 45 menit dengan biaya Rp 5.000,- turun di terminal pasar tumpang.

Dari pasar tumpang perjalanan dilanjutkan naik jeep/truck engkel ke Ranu Pani selama ? 2 jam dengan biaya Rp. 30.000,- per orang atau carter Rp 400.000,- per kendaraan. Sebelum sampai Ranu Pani, tak jauh dari terminal pasar tumpang, para pendaki akan dibawa terlebih dahulu oleh sopir jeep/truck engkel ke kantor SPTN II di Tumpang untuk mengurus surat ijin pendakian dan membeli karcis masuk kawasan dengan perincian sebagai berikut :


UPDATE: 
TARIF PENDAKIAN TNBTS PER 5 MEI 2014
SEMERU DAN SEKITARNYA / hari
HARI KERJA
HARI LIBUR
WISATAWAN NUSANTARA

WISATAWAN MANCANEGARA
Rp.17.500

Rp.207.500
Rp.22.500

Rp.307.500


Setelah sampai di Ranu Pani, para pendaki diwajibkan melapor ke petugas dengan menunjukkan surat ijin pendakian dan karcis masuk. Di sini merupakan pos pemeriksaan, terdapat juga cafetaria dan penginapan. Di Ranu Pani para pendaki akan mendapatkan penjelasan-penjelasan dari petugas sebelum berangkat untuk melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. 

Ranu Pani merupakan perkampungan terakhir sebelum mendaki gn semeru yang terletak pada ketinggian 2.200 m dpl. Di sini terdapat 2 danau yakni Danau Ranu Pani (1 Ha), dan Ranu Regulo (0.75 Ha). Sekitar danau dapat juga digunakan untuk berkemah/menginap.


INFO: Untuk Jalur Pendakian Gn Sumeru silahkan klik DISINI


4. WAKTU PENDAKIAN

Calon pendaki tidak setiap saat dapat melakukan pendakian, hal ini dikarenakan terkadang pendakian ke Gn. Semeru di tutup untuk sementara guna memulihkan ekosistem, serta apabila terjadi peningkatan aktivitas Gn. Semeru. Bila ada penutupan sementara jalur pendakian ke Gn. Semeru pihak TN. Bromo Tengger Semeru akan menginformasikan melalui menu NEWS.

Untuk melakukan pendakian ke Gn. Semeru, pulang pergi diperlukan waktu beberapa hari tergantung kemampuan fisik masing-masing calon pendaki. Sebaiknya membawa bekal yang dilebihkan karena kita akan betah berkemah, bisa jadi karena pemandangan dan suasana yang sangat indah, atau karena kelelahan setelah mendaki gunung semeru.

Pendakian dari Ranu Pani menuju puncak semeru sebaiknya dilakukuan dengan tahapan sebagai berikut :

a. Ranu Pani- Ranu Kumbolo
Dari Ranu Pani pukul 7.00 WIB menuju Ranu kumbolo ?10 km melalui jalan setapak yang memakan waktu sekitar 3-4 jam.

Bagi pendaki yang baru pertama kali mungkin akan bingung menemukan jalur pendakian, untuk itu setelah sampai di gapura selamat datang, perhatikan terus ke kiri ke arah bukit, jangan mengikuti jalanan yang lebar karena ke arah kebun penduduk. Selain jalur yang biasa dilewati para pendaki melewati Watu Rejeng, juga ada jalur pintas yang biasa dipakai para pendaki lokal, jalur ini sangat curam dengan melintasi Gunung Ayek-ayek.

Jalur awal yang akan dilalui landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan alang-alang. Tidak ada tanda penunjuk arah jalan, tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100m, ikuti saja tanda ini. Banyak terdapat pohon tumbang, dan ranting-ranting diatas kepala, sehingga harus sering merundukkan kepala, tas keril yang tinggi sangat tidak nyaman. Setelah berjalan sekitar 5 Km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi Edelweis, para pendaki akan sampai di Watu Rejeng, merupakan batu terjal yang sangat indah dengan pemandangan yang sangat indah ke arah lembah dan bukit-bukit, yang ditumbuhi hutan cemara dan pinus. Kadang dapat terlihat kepulan asap dari puncak semeru. Dari Blok Watu Rejeng perjalanan masih berlanjut menuju Ranu Kumbolo.

Di Ranu Kumbolo terdapat danau yang sangat luas (12 Ha) dengan ketinggian 2.400 m dpl. Di Ranu Kumbolo ini terdapat pondok pendaki serta MCK untuk istirahat dan memasak bahkan untuk menginap/bermalam. Sekitar danau juga dapat digunakan untuk berkemah. Kondisi air di danau ini jernih dan terbebas dari polusi udara. Pada saat perayaan HUT RI, Ranu Kumbolo juga dijadikan sebagai salah satu tempat upacara para pendaki yang tidak sampai ke puncak atau karena quota untuk puncak sudah habis.

Ranu Kumbolo merupakan tempat peristirahatan yang memiliki pemandangan dan ekosistem dataran tinggi asli. Panorama alam di pagi hari akan lebih menakjubkan berupa sinar matahari yang terbit dari celah-celah bukit yang menyebabkan sekitar danau berwarna kemerah-merahan dan kekuningan, di tambah uap air dari danau seakan-akan keluar dari danau tersebut. Di pagi hari juga dapat melihat atraksi burung belibis .Di daerah ini juga terdapat prasasti peninggalan jaman purbakala dan diduga merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit.

Kawasan Ranu Kumbolo (2400 mdpl).
b. Ranu Kumbolo-Kalimati
Dari Ranu Kumbolo sebaiknya menyiapkan air sebanyak mungkin. Meninggalkan Ranu Kumbolo akan diawali mendaki bukit terjal, dengan pemandangan yang sangat indah dibelakang ke arah danau. Perjalanan dari Ranu Kumbolo ke Kalimati berjarak 5 km membutuhkan waktu tempuh 2-3 jam.

Tak jauh dari ranu Kumbolo terdapat padang rumput yang terletak di lembah gn. Ayek-ayek yang dinamakan ?pangonan cilik?. Asal usul nama tersebut karena padang rumput ini mirip dengan padang penggembalaan ternak (Pangonan). Selanjutnya di depan bukit terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan oro-oro ombo, luasnya ?100 ha. 

Oro-oro ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Padang rumput ini mirip sebuah mangkuk dengan hamparan rumput yang berwarna kekuningan, kadang-kadang pada beberapa tempat terendam air hujan. Dari balik Gn. Kepolo tampak puncak Gn. Semeru menyemburkan asap wedus gembel. Di sebelah selatan padang rumput Oro-Oro Ombo terdapat kelompok Hutan Cemoro Kandang termasuk dalam gugusan Gn. Kepolo (3.095 m dpl) merupakan hutan yang ditumbuhi pohon cemara gunung dan tumbuhan paku-pakuan. Daerah ini topografinya relatif datar. Kadang disini dapat dijumpai burung dan kijang.

Setelah cemoro kandang perjalanan berlanjut ke padang rumput Jambangan yang terletak 3.200 m dpl, di sini terdapat beberapa cemara, mentigi, dan bunga edelweis. Topografinya relatif datar, terdapat beberapa tempat teduh yang ideal untuk peristirahatan. Dari tempat ini terlihat dengan jelas gn. Semeru menjulang tinggi dengan kepulan asap yang menjulang ke angkasa serta alur lahar pada seluruh tebing puncak yang mengelilingi berwarna perak. Di tempat inilah para pendaki maupun fotografer sering mengabadikan atraksi keunikan gn semeru.

c. Kalimati-Mahameru
Daerah kalimati merupakan tempat untuk mempersiapkan diri menuju puncak semeru yang sering disebut Mahameru. Untuk melanjutkan perjalanan ke puncak dianjurkan pagi-pagi sekali sekitar pukul 2.00-3.00 pagi. Waktu tempuh sekitar 4-5 jam dengan perjalanan yang terus menanjak.

Nama kalimati berasal dari nama sebuah sungai/kali yang tidak berair. Aliran air hanya terjadi apabila musim hujan, aliran menyatu dengan aliran lahar gn. Semeru. Daerah ini merupakan padang rumput dengan tumbuhan semak dan hamparan edelweis seluas ? 20 ha, dikelililngi kelompok hutan alam dan bukit-bukit rendah. Kalimati merupakan tempat berkemah para pendaki sebelum melanjutkan pendakian. Disini terdapat fasilitas pondok pendaki, namun untuk kebutuhan air harus mengambil dari Sumbermani, ke arah barat/kanan menyusuri pinggiran hutan dengan jarak tempuh ?1 jam pulang pergi. Disini banyak terdapat tikus gunung sehingga bila kita mendirikan tenda dan ingin tidur sebaiknya menyimpan makanan di tempat yang aman.

Untuk menuju puncak, dari Kalimati perjalanan melewati Arcopodo. Arcopodo merupakan tempat transit sementara sebelum ke puncak. Daerah ini berada di lereng puncak gn. Semeru dengan jalanan yang terus menaik dan berliku-liku diantara hutan cemoro dengan kondisi tanah berdebu. Ditempat ini terdapat beberapa prasasti para pendaki yang meninggal dunia berjumlah ?12 buah sebagai tanda berkabung. Prasasti ini dibuat oleh masing-masing groupnya. Salah satu prasasti yang terkenal adalah Soe Hok Gie dan Idhan Lubis (Mapala UI) yang meninggal tanggal 6 Desember 1969. Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan waktu 3-4 jam, melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah merosot. 

Semua barang bawaan sebaiknya di tinggal di Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul 03.00 pagi dari Arcopodo. Badan dalam kondisi segar, dan efektif dalam menggunakan air. Perjalanan pada siang hari medan yang dilalui terasa makin berat selain terasa panas juga pasir akan gembur bila terkena panas. Siang hari angin cendurung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka.

?Jalan menuju surga? itulah ungkapan dari para pendaki yang melakukan pendakian ke semeru. Alur lahar berpasir terbentuk dari bongkahan lahar yang membeku menyelimuti seluruh tebing, menjulang tinggi untuk di daki dengan kemiringan 60?-70? bahkan lebih apabila berada di bagian bawah tebing. Di malam hari, tempat ini hanya terlihat seakan-akan berada di kaki seorang raksasa. Kesiapan fisik dan mental harus secara matang diperhitungkan, begitu juga keteguhan hati dan kesabaran serta semangat untuk mencapai puncak tertinggi di pulau jawa. Di puncak terlihat beberapa puncak gunung di jawa timur, garis-garis pesisir dan pantai Samudra Hindia, kota-kota besar serta matahari terbit di ufuk timur. Pemandangan sungai panas yang berkelok- kelok menuju ke laut ini menjadi tontonan yang sangat menarik.

Di puncak Gunung Semeru (Mahameru) pendaki disarankan untuk tidak menuju kawah Jonggring Saloko, juga dilarang mendaki dari sisi sebelah selatan, karena adanya gas beracun dan aliran lahar. Suhu dipuncak Mahameru berkisar 4 - 10 derajad Celcius, pada puncak musim kemarau bisa minus, dan dijumpai kristal-kristal es. Cuaca sering berkabut terutama pada siang, sore dan malam hari. Angin bertiup kencang, pada bulan Desember - Januari sering ada badai. Di kawah jonggring saloko terjadi letusan setiap 15-30 menit. Letusan berupa asap putih, kelabu sampai hitam dengan tinggi letusan 300-800 meter.

G.Semeru 3676 mdpl.
5. KONDISI UMUM GN. SEMERU

a. Lokasi
Gunung Api Semeru merupakan gunung api tertinggi di Pulau Jawa (? 3.676 m dpl) dan merupakan salah satu gunung api yang masih aktif. Gn. Semeru berada dalam satu kelurusan yang berarah selatan-utara dengan komplek Gn. Jambangan dan Peg. Tengger. Posisi letaknya berada diantara wilayah administrasi kabupaten Lumajang dan Malang dengan posisi geografis 8?06? LS dan 120?55? BT.

b. Bentuk dan Struktur
Dilihat dari kejauhan Gn Semeru berbentuk seperti kerucut yang sempurna, tetapi saat berada di puncak gunung tersebut berbentuk strato (kerucut terpancung) yang luas dengan medan beralur di setiap tebingnya. Kawah yang terdapat di puncak Gn. Semeru terdiri dari kawah Mahameru yang sudah tidak aktif dan kawah Jonggring Seloko yang masih aktif. Kawah Jonggring Seloko terletak di sebelah tenggara puncak Mahameru pada tahun 1913 dan 1946 berisi satu kubah kawah. 

Di sebelah selatan kubah ini menekan tepi bawah kawah, yang menyebabkan aliran lava ke arah selatan daerah Pasirian dan Candipuro (Lumajang). Gn. Semeru adalah bagian termuda dari Peg. Jambangan tetapi telah berkembang menjadi strato-vulkano luas yang terpisah. Aktivitas vulkanik yang dikeluarkan berupa :
  • Letusan abu, lava blok tua dan bom lava muda
  • Material lahar vulkanik bercampur air hujan atau air sungai
  • Letusan bagian kerucut yang menyebabkan longsoran
  • Pertumbuhan lambat dari butiran lava dan beberapa kali guguran lahar panas.
c. Geologi dan tanah
Geologi Gn. Semeru merupakan hasil gunung api kwarter muda, dengan jenis batuan berupa : abu pasir/tuf dan vulkan intermedia sampai basis dengan fisiografi vulkan serta asosiasi andosol kelabu dan regosol kelabu dengan bahan induk abu/pasir dan tuf intermedian sampai basis. Bentuk struktur geologi menghasilkan batuan yang tidak padat dan tidak kuat ikatan butirannya, sehingga mudah tererosi dimusim penghujan. Jenis tanahnya adalah regosol, merupakan gabungan tanah dengan sedikit perkembangan profil dengan solum dangkal, tipis pada bahan induk kukuh.

d. Iklim
d.1. Curah Hujan dan Suhu
Secara umum iklim wilayah gn. Semeru berdasarkan Schmidt & Ferguson bertipe B. Dengan curah hujan antara 927 mm- 5.498 mm per tahun dengan hari hujan rata-rata 136 hari/tahun. Musim hujan jatuh pada bulan November-April. Sepanjang route perjalanan dari mulai Ranu Pani (2.200 mdpl) sampai Puncak Semeru suhu berkisar antara 2?C-8?C pada malam dan dini hari, sedangkan pada siang hari berkisar antara 10?C-21?C. Kadang-kadang pada beberapa daerah terjadi hujan salju yang terjadi pada saat perubahan musim hujan ke musim kemarau dan sebaliknya. Dinginnya udara di sepanjang route perjalanan bukan disebabkan oleh udara diam saja tetapi juga karena kencangnya angin yang berhembus ke lembah sehingga menjadikan udara lebih dingin.

d.2. Angin dan kabut
Berdasarkan topografi kawasan secara umum, pola tiupan angin membentuk pola yang tidak menentu,sehinggai arah angin sulit ditentukan/berubah-ubah. Bentuk topografi yang dilingkari oleh tebing tinggi sekitar 200-500 m sebenarnya memungkinkan dapat menahan arus kecepatan angin, tetapi karena banyak celah/lorong ditebing tersebut maka arus angin tidak tertahan bahkan dengan laju yang lebih cepat. Bentuk topografi yang cekungan sering menyebabkan angin siklus. Angin yang bertiup di kawasan ini berkaitan erat dengan pola angin disekitarnya, yaitu angin tenggara atau angin gending, angin timur laut adn angin barat laut.

Kecepatan angin berkisar antara 8-30 knots, dimana saat musim angin kencang banyak dijumpai pohon tumbang. Angin ini biasanya bertiup antara bulan Desember-Pebruari, sehingga pada bulan tersebut biasanya kegiatan pendakian ke semeru ditutup.

Pada pagi dan sore sampai malam hari, sepanjang route perjalanan biasanya berkabut. Daerah ranu Kumbolo dan Kalimati yang dijadikan tempat bermalam selalu ditutupi kabut pada malam hari. Khusus di daerah Ranu Kumbolo, adanya danau yang cukup luas menjadi pendukung pembentukan kabut karena proses penguapan air danau.

e. Flora dan Fauna
Flora yang berada di wilayah gn semeru dan sekitarnya masuk dalam zona sub Alpin, yang didominasi dengan jenis cemara gunung (Casuarina junghuniana), jamuju (Podocarpus sp), mentigi (Vacinium varingifolium), kemlandingan (Albizia lophanta) dan akasia (Accasia decurents). Untuk tumbuhan bawah didominasi oleh alang-alang (Imperata cylindrica), kirinyuh (Euphatorium odoratum), tembelekan (Lantana camara), harendong (Melastoma malabathicum) dan Edelwiss putih (Anaphalis javanica). 

Pada lereng-lereng yang curam menuju puncak semeru sekitar daerah Arcopodo terdapat janis paku-pakuan seperti Gleichenia volubilis, Gleichnia longisumus dan beberapa jenis anggrek endemik semeru. Pada ketinggian lebih 3.100 mdpl tanpa vegetasi sama sekali karena berupa batuan, pasir dan abu.

Kehidupan fauna yang disekitar gn semeru sangat terbatas, baik jenis maupun jumlahnya. Satwa yang terdapat di sekitar gn Semeru diantaranya beberapa jenis burung seperti belibis (Anas superciliosa) dan Elang, primata, dan mamalia, seperti macan kumbang (Panthera pardusi), kijang (Muntiacus muntjak), kancil (Tragulus javanica).

Verbena brasiliensis, tanaman semak tahunan yang berasal dari Amerika Selatan tumbuh di tepi Danau Ranu Kumbolo dan juga tumbuh menyebar di padang Oro Oro Ombo, Gunung Semeru (4/6). Walau tampak indah, kemunculan tanaman asing ini mulai menimbulkan masalah di dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Foto: TEMPO/Abdi Purmono
f. Aktivitas Letusan Gn. Semeru
Berdasarkan data dasar Gunung Api Indonesia, sejarah letusan Gn. Semeru dimulai tanggal 8 Nopember 1818. Sejak tahun 1967 hingga sekarang kegiatan Gn. Semeru tidak pernah berhenti, pusat kegiatannya di kawah Jonggring Seloko yeng terletak di sebelah Tenggara Puncak Mahameru. Pada letusan biasa, sebuah tiang asap membumbung dengan bergulung-gulung berupa bom dan abu mencapai ketinggian 300-600 m di atas kawah dengan interval letusan 10-20 menit (dengan demikian kawasan kawah merupakan tempat yang sangat berbahaya dan dilarang untuk mendekat ke kawah tersebut).

Berikut beberapa letusan semeru yang cukup besar :
Th 1942 : Letusan sampai dilereng sebelah timur pada ketinggian antara 1400 dan 1775 m. titik letusan sebanyak 6 tempat. Leleran lava masuk ke Blok Semut dan menimbuni Pos pengairan Bantengan. Aliran lava sepanjang 6,5 km.

Th 1961 : Letusan tipe stromboli dengan tinggi abu lk 3000 m di atas puncak, bahkan letusan dilemparkan sampai Arcopodo, hutan di sekitar hulu Besuk Sat dan Besuk Tompe terlewati. Aliran lava terjadi di Kali Glidik, Besuk Sat, Besuk Bang dan Besuk Kobokan.

Th 1963 : Bulan Mei terjadi awan panas dan aliran lava melanda Curah Leng Rong, Kali Pancing, dan Besuk Semut. Awan panas mencapai 8 km dari kawah.

Th 1968 : Pertumbuhan kubah lava terus berlangsung, banjir lahar membawa korban 3 orang penduduk Desa sumber wungkil

Th 1977 : Bulan Desember terjadi guguran lava menghasilkan awan panas, guguran berjarak 10 km di Besuk Kembar dengan volume endapan 6,4 juta m. Sebagian awan apanas ini menyeleweng ke Besuk Kobokan. Sawah dan Tegal seluas 110 ha rusak di desa sumberurip, hutan pinus 450 ha, 2 jembatan rusak terbakar, dan 2 rumag bilik hanyut.

Th 1978 : Letusan masih terjadi dengan tinggi asap maksimum mencapai 800 m di atas tepi kawah, luncuran guguran awan panas maksimum 7 km.

Th 1981 : Bulan Maret dan April terjadi beberapa kali luncuran awan panas dengan jarak luncur maksimum 10 km. Tumpukan endapannya 6,2 juta m?, suhu endapan awan panas di dekat Dukuh supit Tengah sebesar 120?C.

Th 1990 : Bulan Nopember dan Desember terjadi guguran kubah lava menghasilkan awan panas dan kawah Jonggring Seloko yang terbuka sampai saat ini.

Th 1994 : Bulan Pebruari terjadi letusan dan suara dentuman disertai hujan abu dan guguran lava membentuk awan panas.aliran guguran awan panas masuk ke besuk Kobokan mencapai 11,5 km, ke Besuk kembar 7,5 km, dan besuk Bang lk 3,5 km. Volume awan panas tersebut diperkirakan 6,8 juta m?. Korban yang meninggal terlanda awan panas 7 orang dan 2 orang hanyut oleh lahar.

Th 2002 : Bulan Desember terjadi beberapa kali letusan di kawah utama diikuti awan panas guguran.

g. Pemantauan Aktivitas Gn. Semeru
Pemantauan terhadap aktivitas Gn. Semeru sampai saat ini masih terbatas pada pemantauan visual dan seismik saja. Pengamatan visual dilakukan dengan mengamati cuaca, tinggi dan warna letusan, arah letusan serta pengamatan guguran. Sedangkan pengamatan seismic sampai saat ini dilakukan dengan memasang sensor seismometer di 2 (dua) lokasi, yaitu di Gunung Leker dan Besuk Bang. Sinyal gempa yang tertangkap oleh 2 seismometer tersebut di transmisikan melalui gelombang radio ke Pos Pengamatan Gunung Api Semeru yang berada di Gunung Sawur, dan direkam dengan perekam gempa (PS-2). Hasil pengamatan tersebut dilaporkan ke Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bancana Geologi di Bandung menggunakan pesawat SSB (single Side Band). Pemantauan menggunakan metode lain seperti deformasi, gravitasi, kelistrikan, dan geomagnet dilakukan hanya bersifat temporer.

h. Pendaki Pertama
Pendaki pertama yang mendaki gunung ini adalah Clignet (1838) seorang ahli geologi berkebangsaan Belanda dari sebelah barat daya lewat Widodaren, selanjutnya Junhuhn (1945) seorang ahli botani berkebangsaan Belanda dari utara lewat gunung Ayet-ayek, gunung Inder-inder dan gunung Kepolo. Tahun 1911 Van Gogh dan Heim lewat lereng utara dan setelah 1945 umumnya pendakian dilakukan lewat lereng utara melalui Ranupane dan Ranu Kumbolo seperti sekarang ini.

6. LEGENDA GUNUNG SEMERU

Norman Edwin Berpose Bersama Arcopodo Tahun 1984.
Menurut kepercayaan masyarakat Jawa yang ditulis pada kitab kuno abad 15, Pulau Jawa pada suatu saat mengambang di lautan luas, dipermainkan ombak kesana-kemari. Para Dewa memutuskan untuk memakukan Pulau Jawa dengan cara memindahkan Gunung Meru di India ke atas Pulau Jawa.

Dewa Wisnu menjelma menjadi seekor kura-kura raksasa menggendong gunung itu dipunggungnya, sementara Dewa Brahma menjelma menjadi ular panjang yang membelitkan tubuhnya pada gunung dan badan kura-kura sehingga gunung itu dapat diangkut dengan aman. Dewa-Dewa tersebut meletakkan gunung itu di atas bagian pertama pulau yang mereka temui, yaitu di bagian barat Pulau Jawa. 

Tetapi berat gunung itu mengakibatkan ujung pulau bagian timur terangkat ke atas. Kemudian mereka memindahkannya ke bagian timur pulau tetapi masih tetap miring, sehingga Mereka memutuskan untuk memotong sebagian dari gunung itu dan menempatkannya di bagian barat laut. Penggalan ini membentuk Gunung Pawitra, yang sekarang dikenal dengan nama Gunung Pananggungan, dan bagian utama dari Gunung Meru, tempat bersemayam Dewa Shiwa, sekarang dikenal dengan nama Gunung Semeru. Pada saat Sang Hyang Siwa datang ke pulau jawa dilihatnya banyak pohon Jawawut, sehingga pulau tersebut dinamakan Jawa.

Dokumentasi Arcopodo Koleksi Museum Tropen, Belanda.
Dalam agama Hindu ada kepercayaan tentang Gunung Meru, Gunung Meru dianggap sebagai rumah para dewa-dewa dan sebagai sarana penghubung diantara bumi (manusia) dan Kayangan. Kalau manusia ingin mendengar suara dewa mereka harus semedi di puncak Gunung Meru. Banyak masyarakat Jawa dan Bali sampai sekarang masih menganggap gunung sebagai tempat kediaman Dewa-Dewa atau mahluk halus. Selanjutnya daerah bergunung-gunung masih dipakai oleh manusia Jawa sebagai tempat semedi untuk mendengar suara gaib. 

Menurut orang Bali Gunung Mahameru dipercayai sebagai Bapak Gunung Agung di Bali dan dihormati oleh masyarakat Bali. Upacara sesaji kepada para dewa-dewa Gunung Mahameru dilakukan oleh orang Bali. Betapapun upacara tersebut hanya dilakukan setiap 8-12 tahun sekali hanya pada waktu orang menerima suara gaib dari dewa Gunung Mahameru. Orang naik sampai puncak Mahameru ada yang bertujuan untuk mendengar suara-suara gaib. Selain itu juga ada yang memohon agar diberi umur yang panjang. Bagaimanapun alasan orang naik ke puncak Mahameru, kebanyakan orang ditakutkan oleh Mahkluk halus yang mendiami daerah keliling gunungnya. Roh halus tersebut biasanya adalah Roh Leluhur yang mendiami tempat seperti hutan, bukit, pohon serta danau.

Foto Terbaru Arcopodo.
Roh leluhur biasanya bertujuan menjaga macam-macam tempat dan harus dihormati. Para pendaki yang menginap di danau Ranu Kumbolo sering melihat Mahkluk halus penunggu Ranu Kumbolo. Tengah malam ada cahaya berwarna orange di tengah danaunya dan tiba-tiba berubah wujud menjadi sesosok hantu wanita. Biasanya hanya orang yang punya kekuatan mistis dia akan melihat Mahkluk halus dan dapat bicara dengan Mahkluk Halus. Terserah orang percaya pada Mahkluk Halus atau tidak tetapi banyak orang Jawa yang percaya bahwa daerah Bromo, Tengger, Semeru banyak didiami oleh Mahkluk Halus.


Melalui Prasasti Ranu Kumbolo, kita bisa mengerti, sejak ratusan tahun lalu, nenek moyang kita juga pendaki gunung. Prabu Kameswara mendaki Semeru untuk bersemedi; mendekatkan diri pada Sang Hyang Pencipta alam semesta. Untuk menandai kedatangannya ke Semeru, Prabu Kameswara mengabadikannya ke dalam sebuah prasasti. Namanya Prasasti Ranu Kumbolo. Prasasti ini berada di tepian danaunya. Ada sebuah tulisan di batu prasasti tersebut, yaitu Ling Deva Mpu Kameswara Tirthayatra. Menurut sejarawan M.M. Sukarto Atmojo, tulisan yang berbahasa Jawa kuno tersebut, dapat diartikan bahwa ketika itu, Prabu Kameswara pernah melakukan kunjungan suci dengan mendaki Gunung Semeru. Angka tahun prasasti, masih menurut sang sejarawan, berkisar pada 1182 M. Foto: Kompasiana


Selamat Berpetualang... Leave No Trace... 

SUMBER: TNBTS | Blog Detik (TENGGER PEOPLE / SUKU TEN99ER)

Kamis, 14 Agustus 2014

Temuan Orangutan Kalsel, Kabar Gembira Yang Menyedihkan

Temuan Orangutan Kalsel, Kabar Gembira Yang Menyedihkan
Jenis Orangutan inilah yg diduga menghuni hutan Kalsel.
Kabar Gembira Yang Menyedihkan...?!?
Temuan Orangutan di Kalimantan Selatan (Kalsel) adalah merupakan sebuah kejutan mengingat selama ini secara ilmiah Kalsel dinyatakan sebagai salah satu daerah yang tidak ditemukan habitat orangutan. 

Temuan ini, disatu sisi sangat menggembirakan, karena satu lagi kekayaan alam dan merupakan salah satu warisan kekayaan biodiversitas dunia berupa satwa endemik langka seperti orangutan masuk dalam daftar keberadaannya dikalsel. Namun disisi lain kondisi habitatnya yang berada di Hutan Produksi Konversi yang rawan berubah alih fungsi, membuat orangutan tersebut terancam keberadaannya.

Temuan Orangutan Kalsel, Kabar Gembira Yang Menyedihkan
Beberapa jenis sarang orangutan yg ditemukan tim ekpedisi Orangutan Kalsel.
Untuk melindungi orangutan yang ada diluar kawasan konservasi seperti ini, tentunya diperlukan pemanfaatan hutan dengan mempertimbangkan batas toleransi satwa maupun habitatnya terhadap kerusakan hutan, disamping mengembangkan wilayah konservasi didalam kawasan konsesi. 

Pelestarian hutan diluar kawasan konservasi penting artinya bagi kelestarian orangutan dan lingkungannya. Dalam pelestarian hutan tersebut perlu dicari suatu indikator ekologis sebagai penentu kualitas lingkungan. Orangutan dapat dijadikan sebagai indikator dalam pengelolaan hutan dan menentukan strategi konservasi.

Orangutan dalam hidupnya sangat tergantung pada tegakan pohon dalam melakukan aktivitas hariannya, terutama pohon sebagai sumber pakan utama. Dalam hal ini pengetahuan tentang faktor-faktor ekologis yang mempengaruhi pola prilaku makan dapat menunjang sistem pengelolaan habitat dan populasi orangutan tersebut didalam kawasan konservasi maupun diluar kawasan konservasi.

Temuan Orangutan Kalsel, Kabar Gembira Yang Menyedihkan
Menipisnya tegakan pohon dihutan ini, sebagai sumber pakan maupun sarang mengancam keberadaan Orangutan Kalsel.

Salam Konservasi...


Catatan ini bisa anda lihat pada halaman facebook Pusat Studi & Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia 

10 Jalur Penjelajahan Ekstrim di Dunia

Air terjun tertinggi di dunia, Angel Fall, Venezuela.
10 Jalur Penjelajahan Ekstrim di Dunia
Dari Spanyol ke Utah, Peru hingga ke Nepal... Berjalan menembus daerah antah-berantah yang belum pernah dijelajahi sebelumnya adalah hal yang menyenangkan sekaligus mendebarkan. Berikut kami hadirkan 10 lokasi yang treking yang akan membuat Anda waspada sekaligus terpana...

El Camino De Rey, Andalusia, Spanyol
10 Jalur Penjelajahan Ekstrim di Dunia
El Camino De Rey, Andalusia, Spanyol. Foto: Ken Welsh / Alamy
Pendakian ini sangat berbahaya, wajar jika tempat ini dijuluki sebagai jalur treking paling berbahaya di dunia. Jalur selebar satu meter yang telah rapuh menancap di tebing El Chorro setinggi 100 meter di atas sungai yang mengalir di bawahnya. Jalur sempit yang tidak dilengkapi dengan pegangan tangan serta bebatuan pijakan yang kerap longsor membuat tonggak besi menjadi satu-satunya jalan untuk menjelajah tempat eksotis ini, membuatnya menjadi perjalanan yang mendebarkan.


Cerro Torre, Patagonia, Argentia
10 Jalur Penjelajahan Ekstrim di Dunia
Cerro Torre, Patagonia, Argentia. Foto: Rex Features
Selama bertahun-tahun, tebing-tebing granit setinggi 3.128 meter ini telah menjadi kontroversi besar di dunia penjat tembing. Pada 1959, pendaki gunung Italia Cesare Maestri dikritik habis-habisan karena terlalu banyak menancapkan bolt untuk mencapai apa yang menurutnya merupakan puncak. Cesare sebenarnya baru sampai di bawah puncaknya, masih ada dinding es 50 meter lagi sebelum mencapai puncak sebenarnya.

Sejak saat itu sejumlah tim pendaki berhasil mencapai puncak yang sebenarnya, lalu pada 2013 pendaki asal Austria Markus Puncher menjadi pendaki solo pertama yang berhasil mencapai puncak Cerro Torre.


Gunung Hua Shan, Shaanxi, Tiongkok
10 Jalur Penjelajahan Ekstrim di Dunia
Gunung Hua Shan, Shaanxi, Tiongkok. Foto: Rex Features
Jika Anda melalui jalur maut untuk mencapai Gunung Hua Shan maka Anda bisa menyaksikan keindahan alam Tiongkok – sayangnya untuk dapat melihat panorama cantiknya Anda harus melintasi jalur paling mendebarkan di dunia, sebuah jalur kayu yang sudah lapuk. Di satu sisi gunung ada pegangan tempat Anda bisa bergantung namun di sisi lainnya ada jurang setinggi 1.000 meter. Namun jika Anda berhasil melaluinya Anda bisa bersantai di kedai teh sambil memulihkan energi.


Siula Grande, Cordillera Huayhuash, Peru
10 Jalur Penjelajahan Ekstrim di Dunia
Siula Grande, Cordillera Huayhuash, Peru. Foto: Christian Kapteyn / Alamy
Siula Grande adalah puncak tertinggi di Cordillera Huayhuash, Huaraz, Peru tengah. Ini adalah puncak populer yang dikenal lewat film ‘Touching The Void’, dokumenter yang mengisahkan pengalaman dua pendaki Inggris saat kembali dari puncak. Simon Yates menurunkan rekannya Joe Simpson yang mengalami patah kaki, sayangnya rekannya malah terjatuh dari tebing dan dia tidak dapat menariknya.

Dengan nyawa mereka menjadi taruhan, Yates memutuskan untuk memotong talinya. Ajaibnya, keduanya berhasil selamat dengan Simpson berhasil mencapai jalan pulang meski terpincang-pincang.


Darién Gap, Panama & Kolombia
10 Jalur Penjelajahan Ekstrim di Dunia
Darién Gap, Panama & Kolombia. Foto: Kevin Schafer / Alamy
Darién Gap merupakan sebuah wilayah yang membentang seluas 87km di Pan-American Highway antara Panama dan Kolombia. Ini adalah hutan hujan yang masih perawan. Namun tempat ini terkenal berbahaya dan sukar diakses dengan berjalan kaki. Lokasi ini belum dipetakan. Tidak banyak yang diketahui atau ditulis tentang lokasi ini. Lokasi ini juga merupakan tempat persembunyian bagi pemberontak FARC, penyelundup dan penjahat lainnya.


Amazon, Peru & Brasil
10 Jalur Penjelajahan Ekstrim di Dunia
Amazon, Peru & Brasil. Foto: Amazon-Images / Alamy
Rute ini belum memungkinkan untuk dijelajahi hingga 2010 ketika penjelajah Inggris Ed Stafford menjadi orang pertama yang berjalan menjelajahi rute sepanjang Sungai Amazon. Kini setelah rutenya dibuka Anda bisa menelusuri kembali jejaknya. Titik awal penjelajahan adalah Nevado Mismi (160km dari barat Danau Titicata di Peru) titik hulu paling jauh dari Amazon. Titik akhirnya adalah Samudra Atlantik di Brasil, 6.760km jauhnya. Jelajahilah hutan lebat yang dihuni oleh berbagai hal yang hampir secara eksklusif dirancang untuk membunuh Anda - dan Anda berada di sana.


Maze, Canyonlands National Park, Utah, Amerika Serikat
10 Jalur Penjelajahan Ekstrim di Dunia
Maze, Canyonlands National Park, Utah, Amerika Serikat. Foto: Tom Bean / Alamy
Ini adalah salah satu labirin alam yang paling kompleks di dunia. Namun dengan organisasi dan pemetaan yang baik, tempat ini akan menjadi salah satu rute bisa ditaklukkan. Lagi pula belum ada seorang pun yang meninggal karena mencoba untuk menjelajahinya. Namun jika Anda melakukannya tanpa persiapan yang baik, Anda tinggal menunggu nasib menjadi santapan burung pemakan bangkai. Dengan ketinggian tebing dan ngarai yang curam, kecil kemungkinan keberadaan Anda diketahui orang lain. Air sangat langka di sana dan hampir tidak ada tempat untuk berteduh.


K2, Gilgit-Balistan, Pakistan
10 Jalur Penjelajahan Ekstrim di Dunia
K2, Gilgit-Balistan, Pakistan. Foto: Alireza Teimoury / Alamy
Meskipun tingginya 237m lebih pendek dari Everest, K2 yang terletak di ketinggian Karakoram Pakistan 'secara teknis merupakan medan yang lebih sulit, jauh lebih sulit daripada Everest', kata ahli pendaki gunung asal Inggris Sir Chris Bonnington. 'Ini sangat besar, sangat tinggi, sangat curam dan lebih jauh ke utara dari Everest sehingga membuat memiliki cuaca yang sangat buruk.' Statistik membuktikan pendapatnya. 30 persen dari para pendaki yang berusaha menaklukkannya berujung dengan kematian.


Annapurna, Nepal
10 Jalur Penjelajahan Ekstrim di Dunia
Annapurna, Nepal. Foto: Corbis
Banyak pelancong datang ke Nepal untuk menjelajahi Annapurna Circuit, sebuah pendakian selama dua pekan dengan ketinggian yang mencapai 5.416 meter. Ini adalah perjalanan indah yang bisa dilakukan oleh para pendaki amatir sekali pun. Meski demikian Anda perlu mengajak para pendaki terbaik di dunia jika ingin mencapai puncaknya.

Faktanya, secara statistik, Annapurna adalah salah satu medan yang lebih baik dihindari. Sejak upaya pendakian pertama pada 1950, 58 dari 142 pendaki yang telah mencoba yang Annapurna berakhir meninggal. Tingkat kematian itu mencapai 41 persen dan masuk peringkat sebagai gunung paling mematikan di Bumi.


Amarnath, Kashmir, India
10 Jalur Penjelajahan Ekstrim di Dunia
Amarnath, Kashmir, India. Foto: Yawar nazir kabli / Alamy
Setiap musim panas selama 39 hari, Shri Amarnathji Shrine Board menyediakan fasilitas (termasuk makanan gratis dan tempat tinggal) untuk melayani lebih dari 600.000 peziarah untuk mencoba Yatra (sebuah ziarah Hindu) ke gua suci Amarnath.

Ini merupakan kuil paling kuno dan kudus bagi dewa Siwa dan umat Hindu dari berbagai penjuru merasa tertantang untuk berada di tempat yang curam. Banyak umat yang tidak tahan menghadapi kekurangan oksigen di ketinggian 3.700m dan menjadi korban dari perubahan cuaca di ketinggian. Pada 2012 ada 130 korban jiwa, sebagian besar karena terkena serangan jantung.



Salam. Selamat Berpetualang...


Berbagai Sumber